Jakarta – PT Berdikari sukses menyelesaikan rangkaian Integrated Governance, Risk, Compliance Training Series (IGRCTS) dengan sesi penutupan yang membahas tema Governance. Acara ini menghadirkan Anto Hendrarto, Koordinator Pengawasan Badan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan BPKP Pusat. Hadir juga Ricki Prasetyo, Auditor Muda BPKP Pusat. Kedua narasumber memberikan wawasan mendalam tentang tata kelola perusahaan. Mereka membahas strategi pengukuran, pelaporan, serta studi kasus terkait pemahaman GRC. Semua materi dikaitkan dengan tantangan dalam lingkungan bisnis yang semakin dinamis.

Sebelumnya, sesi pertama bertema Risk Management dibawakan oleh Tatang R. Dasuki, VP Risk & ESG PT PELNI. Sesi kedua membahas Compliance dengan menghadirkan Wisnu Indrawan, Auditor Ahli Madya, serta Emma Rofika Bunaya, Auditor Muda dari BPKP Provinsi DKI Jakarta. Kedua sesi ini memberikan pemahaman lebih dalam tentang pentingnya manajemen risiko. Para narasumber juga menekankan kepatuhan terhadap regulasi sebagai bagian dari tata kelola perusahaan yang baik.
Pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi Risk Management Department dan Internal Audit Division PT Berdikari. Tujuannya adalah memperkuat pemahaman GRC, membagikan best practice, serta mendorong implementasi kebijakan yang lebih efektif di lingkungan PT Berdikari. Dengan adanya pelatihan ini, setiap karyawan diharapkan dapat memahami strategi mitigasi risiko dengan lebih baik. Selain itu, pelatihan ini juga membantu dalam memahami pengelolaan kepatuhan. Semua materi yang diberikan dapat diterapkan secara konkret dalam operasional bisnis.
Pemahaman GRC untuk Tata Kelola Bisnis yang Lebih Kuat
Andy Wijaya, General Manager Internal Audit PT Berdikari, menyampaikan bahwa program ini sejalan dengan hasil Risk Maturity Index (RMI) tahun sebelumnya. “Pelatihan ini meningkatkan awareness peserta dan memberikan pembelajaran berbasis pengalaman langsung dari para ahli. Harapannya, materi yang telah dipelajari bisa diimplementasikan secara berkelanjutan dalam proses bisnis perusahaan,” ujarnya.
Dengan berakhirnya IGRCTS, PT Berdikari optimis dapat menerapkan prinsip GRC secara terintegrasi untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang lebih kuat dan berkelanjutan. PT Berdikari juga berkomitmen untuk terus melakukan pengembangan kompetensi di bidang tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan guna memastikan keberlanjutan bisnis yang lebih transparan dan akuntabel.